Perusahaan tehnologi asal dari Tiongkok, Oppo, mendatangkan piranti IoT terbaru di Indonesia, Oppo Watch. Sebelumnya setelah mendatangkan piranti tehnologi yang lain seperti earbud dengan Enco Seri beberapa lalu.

Ulasan Oppo Watch: Jam Tangan Pandai dengan WearOS Google

Oppo Watch sudah sah dikenalkan pada 7 Agustus 2020 bersamaan dengan Oppo Reno4. Jam tangan pandai ini mempunyai dua opsi ukuran, 41mm dan 46mm. Macam warna yang bisa pemakai tentukan diantaranya: Black dan Rose Gold.

kMI berpeluang untuk mencicip piranti Oppo Watch variasi 41mm sepanjang nyaris dua minggu. Apa kelebihannya? Baca secara lengkap!

Penampilan monitor yang mengagumkan bertopik Fexible Dual-Curved Display, jadikan Oppo Watch sebagai yang pertama memakai monitor meliuk di industri smartwatch. Mempunyai panel AMOLED dengan resolusi 320 x 360 pixel (41mm) dan 402 x 476 pixel (46mm), yang dibingkai dengan aluminium 6000 seri.

Simak juga: Unboxing Smartwatch Pertama OPPO di Indonesia

Panel AMOLED mempunyai resolusi tinggi yang membuat benar-benar jelas, yang memiliki arti visibility di luar ruang tidak jadi permasalahan. Disamping itu, Oppo memperlengkapi dengan Ambient Light Sensor, di mana feature ini berperan untuk sesuaikan jelas atau gelap sesuai intensif sinar di sekitar.

Di bagian samping, ada dua tombol, salah satunya tombol bisa diprogram. Tombol itu mempunyai dialek hijau zambrud yang menambahkan kesan-kesan visual. Selainnya tombol, disebelah kiri ada speaker untuk lakukan panggilan atau untuk berhubungan dengan Google Assistant.

Oppo Watch datang dengan design yang simpel – seperti piranti jam tangan pandai yang lain. Tetapi, untuk pemakaian dalam waktu lama, piranti ini benar-benar nyaman dan tidak mengganggu gerakan lengan tangan. Ini karena tali yang dibuat berbahan berkualitas tinggi, yakni fluoro-rubber.

Oppo Watch diberi dengan chipset Snapdragon Wear 3100 yang dipadankan dengan 1GB RAM dan 8GB penyimpanan intern. Piranti ini memanglah tidak bawa chipset Snapdragon 4100 terkini, tapi, Oppo sudah lakukan kenaikan dan memperbaiki performa dari chipset itu.Untuk memberikan dukungan kegiatan piranti, Oppo memberikan battery memiliki 430mAh (46mm) dan 300mAh (41mm).

Ketahanan battery variasi 41mm bisa bertahan sepanjang lebih kurang 18 jam dengan beban kerja yang enteng.

Saat datang waktunya untuk isi ulangi battery, support tehnologi VOOC benar-benar bermanfaat untuk percepat pengisian. Cuman perlu waktu 35 menit, battery telah berisi 85% dari 0. Sementara untuk pengisian sampai 100%, memerlukan waktu 50 menit.

Jam tangan pandai ini juga mempunyai model irit daya, yang paling bermanfaat bila Anda melakukan perjalanan jauh. Dalam model ini, piranti akan menonaktifkan Wear OS, sebagai tukarnya, Anda dihidangkan penampilan jam yang “belum prima” dengan fungsi-fungsi kesehatan. Model ini masih mungkin Anda terima pernyataan pesan, mengecek waktu, mencari cara dan detak jantung.

Feature kesehatan adalah faktor yang bisa diatasi baik oleh Oppo Watch. Sebagai permulaan, dia mempunyai monitor detak jantung pada bagian belakang yang teratur mengecek renyut nadi Anda dan mencarinya. Ini dapat mengingati Anda mengenai bacaan yang tidak biasa atau tinggi. GPS ada untuk mencari kegiatan atau transisi Anda.

Oppo Watch memakai WearOS garapan Google sebagai mekanisme operasinya, di mana tentunya piranti ini bisa memakai program Google Bugar.

Google Bugar mendatangkan nyaris 100 opsi pencarian kesehatan, serta olahraga. Ini terhitung beberapa olahraga air. Selainnya opsi olahraga, Oppo Watch dapat mencari kegiatan tidur pemakai.

Di Indonesia, smartwatch pertama OPPO ada dalam dua warna: Black dan Rose Gold, dan dipasarkan dengan harga Rp4.499.000 untuk ukuran 46mm, sementara ukuran 41mm ditawarkan dengan harga Rp3.499.000.

 

Baca juga Website review alat dapur dan perlengkapan bayi