Maksud ingin uangnya aman, jadi disimpan di bank, eh … hilang begitu saja tanpa jejak. Ini mencerminkan kasus kerugian dari Winda Earl Lunardi, atlet e-Sports senilai Rp 20 miliar di Maybank. Kasus pelanggaran akun ini sedang berlangsung.

Dari Winda dan Maybank, ada klaim yang dilaporkan. Namun, pelaku penyelamatan uang Winda sudah ditangkap Polda Metro Jaya. Tersangka atas nama A adalah Pimpinan Maybank Cabang Cipulir. Kasus Winda bisa menjadi pelajaran agar pelanggan lain tetap waspada.

Baca juga yuk mengenai microsoft word pada tautan tersebut.

Menyimpan uang di bank juga memiliki risiko. Risiko dapat diuraikan, melalui kejahatan digital dan konvensional. Tetapi Anda tidak harus fobia atau anti bank. Tidak menaruh uang di bantal, laci lemari, celengan, juga tidak menguntungkan, resiko kriminalnya juga lebih besar.

Sedangkan jika Anda berinvestasi di bank, Anda akan mendapatkan bunga dan berbagai fasilitas atau layanan. Anda tetap bisa menyimpannya dengan aman di bank dengan tips berikut ini.

1. Pilih bank terpercaya

Jumlah bank di Indonesia sangat besar. Ada bank konvensional, bank syariah, bank nasional, bank asing, bank BUMN, bank swasta, dan bank lokal atau regional. Sebelum membuka rekening tabungan, Anda memiliki kesempatan untuk memilih bank yang bisa dipercaya untuk menyimpan uang.

Pastikan Anda memilih bank yang sehat (rasio kecukupan modal / CAR minimal 8% atau lebih, rasio kredit macet rendah / NPL kurang dari 5%, rasio kredit / LDR tinggi sekitar 85-90%, dan suku bunga tinggi / Rasio NIM).
Selain itu, “hati-hati” ke bank yang memiliki track record baik alias bersih dari tinta hitam dalam kasus pelaku kejahatan perbankan dan good governance.

Standar keamanan yang tinggi, kompeten, tim manajemen berpengalaman yang menerapkan prinsip kehati-hatian. Lihat juga bagaimana laporan bank bekerja, transparan atau tidak. Ia juga membayar untuk kualitas layanan perbankan, fasilitas, serta jaringan besar atau kecil.

Yang terpenting, pastikan memilih bank yang sudah terdaftar sebagai bank peserta obligasi LPS. Sebab, jika bank bangkrut atau bangkrut, tabungan Anda akan diganti dengan LPS. Nilai simpanan maksimal Rp 2 miliar per nasabah per bank.

Namun, seiring hilangnya uang Winda di Maybank, LPS tidak berubah. Karena selain deposito lebih dari Rp. 2 milyar, bukan akibat pailit atau likuidasi. Masalah ini menjadi tanggung jawab bank. Tentu saja setelah diselidiki.

Oleh karena itu, jangan sungkan untuk bertanya kepada pihak bank tentang kompensasi dana nasabah karena ada tindak pidana sebelum membuka rekening. “Bank akan mengganti kerugian nasabah jika bukan nasabah yang salah.

Di BCA kami ganti kalau terjadi seperti itu (kasus Porter), tapi karena itu kesalahan nasabah, misalnya kode OTP atau PIN-nya ke orang lain, ”ujar Direktur Utama Bank Mandiri John Setiaatmadja.

2. Rutin cek saldo tabungan

Jika Anda sudah memiliki rekening, rajinlah cek saldo tabungan Anda. Idealnya sebulan sekali. Jika Anda tidak memiliki layanan digital, seperti mobile atau internet banking, Anda dapat mencetak buku tabungan di cabang bank terdekat.

Tapi agar bisa dimonitor setiap saat, lebih mudah menggunakan mobile atau internet banking. Cek transaksi finansial langsung dari HP. Jika ada transaksi yang salah, mencurigakan, keliru, atau menyesatkan segera laporkan ke bank agar bisa diselesaikan.

3. Simpan uang di beberapa bank

Saat ini, hanya sulit untuk memiliki satu akun. Biasanya orang memiliki dua atau tiga rekening di bank yang berbeda. Menabung tidak hanya di satu bank. Misalnya simpanan khusus untuk dana darurat di bank BUMN A, simpanan DP perumahan di bank asing B, dan simpanan haji yang disimpan di bank syariah C.

Kartu debit atau ATM yang digunakan untuk simpanan tersebut juga harus berbeda. Agar tidak mencuri dana nasabah berulang kali. Dengan demikian, jika terjadi pelanggaran perbankan pada satu rekening tabungan, maka rekening tabungan lainnya akan aman.

4. Simpan buku tabungan dan kartu ATM

Setiap kali nasabah membuka rekening tabungan pasti akan mendapatkan buku tabungan dan kartu debit atau ATM. Jaga keduanya dengan baik. Jangan menunggu sampai ada di tangan orang lain, karena bisa disiksa.

Juga, untuk mengetahui kode PIN kartu ATM Anda. Belajar dari kasus Winda vs Maybank, Gamer tidak pernah memiliki buku tabungan dan kartu ATM sama sekali sejak membuka rekening tabungan.

Keduanya ditahan tersangka A. Yang diterima Winda setiap bulan adalah rekening koran. Rekening tersebut sekarang digunakan untuk memeriksa transaksi keuangan dari ringkasan rekening, seperti saldo bulan, arus debit, bunga bank, dan biaya administrasi. Namun kini, pengecekan transaksi keuangan bisa dilakukan secara online atau melalui mesin ATM.

5. Lindungi data pribadi di akun perbankan

Kepala Divisi Bisnis Digital Bank OCBC NISP, Rudy Hamdani juga membagikan tips untuk menghindari kejahatan perbankan: Selalu lindungi data pribadi perbankan, seperti User ID, password atau password, nomor ATM atau PIN kartu kredit, kode OTP, dan informasi lainnya. Jangan mencetak nomor ponsel Anda di media sosial, atau menggunakan nomor yang berbeda untuk aktivitas perbankan.

“Kami menjaga kerahasiaan identitas dan seluruh informasi keuangan nasabah. Kami juga tidak meminta data / informasi rahasia nasabah termasuk PIN, OTP yang dikirimkan oleh bank melalui SMS / email, User ID, password, Card Verification Value (CVV), yang mana adalah 3 digit angka di belakang kartu kredit atau kartu ATM dengan alasan apapun, ”kata Rudy.

6. Jangan Takut Lapor Bank dan OJK

Ada resiko menabung dimanapun, termasuk menabung di bank. Tapi lakukan segera. Jika Anda adalah korban kejahatan perbankan atau tidak memiliki transaksi dalam transaksi keuangan, jangan takut untuk melaporkannya ke bank.

Bahkan bisa dilaporkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK) selaku regulator pengawasan perbankan untuk dilanjutkan.

Cari info seputar m-bca bagi kamu yang ingin membaca sebuah tips perbankan.