Salah satu proses alamiah yang terjadi pada hampir setiap wanita adalah kehamilan. Dimana masa tersebut merupakan keadaan rahim seorang wanita yang berisikan kehidupan. Kehamilan merupakan sebuah proses regenerasi keturunan. Dalam mendapatkan keturunan untuk melanjutkan generasi, maka proses kehamilan merupakan tahapan awal.

Kehamilan dialami wanita dan menjadikan sebuah tahapan kehidupan yang sangat rumit. Dimana tidak hanya memikirkan kehidupan dan keselamatan dirinya saja melainkan juga buah hatinya. Kehamilan menjadi sesuatu yang riskan. Pada berbagai aktivitas yang tidak sesuai dan memberatkan akan membuat kehamilan menjadi sulit. Bayi akan terancam keselamatannya dan mudah mengalami keguguran bahkan kematian janin.

Pada masa kehamilan, beberapa wanita hamil ada baiknya mengerti tanda bahaya kehamilan. Dimana melalui hal tersebut, wanita hamil dapat memberikan yang terbaik untuk bayinya. Selain itu, bayi dapat tumbuh sehat dan nyaman dalam perut sang ibu. Melalui informasi mengenai tanda bahaya kehamilan, ibu juga dapat waspada kepada beberapa hal yang membahayakan keselamatan janinnya.

Kehamilan terjadi selama 36 minggu atau 9 bulan. Dalam masa tersebut bayi akan tumbuh dan berkembang dalam rahim ibu. Bayi juga akan mengalami pembentukan tubuh selama masa tersebut. Sehingga berbagai kegiatan dan makanan yang diberikan menjadi salah satu fokus utama dalam merawat bayi selama masa kehamilan. Namun, tanda bahaya kehamilan juga patut diwaspadai selama masa kehamilan berlangsung tersebut.

Tanda bahaya kehamilan yang pertama adalah pendarahan yang dialami oleh ibu hamil. Apabila saat masa kehamilan, sang ibu mengalami pendarahan maka sang ibu wajib khawatir. Pendarahan yang terjadi pada awal masa kehamilan dimana kandungan berumur dibawah 20 minggu akan berakibat keguguran. Pendarahan yang terjadi tersebut merupakan tanda bahaya kehamilan yang menandakan ari – ari bayi terlepas sebelum bayi lahir. Apabila terjadi kondisi ini sebaiknya dikonsultasikan dengan dokter kandungan dan segera mendapatkan perawatan.

Tanda bahaya kehamilan selanjutnya adalah sang ibu mengalami pembengkakan. Kondisi pembengkakan selama kehamilan memang wajar. Tetapi apabila kondisi ini diikuti dengan kondisi sakit kepala, nyeri ulu hati hingga pandangan yang kabur maka hal tersebut harus diwaspadai. Hal tersebut merupakan pre-eklampsia pada saat masa kehamilan bayi berlangsung. Sehingga kondisi ini harus mendapatkan perhatian khusus dan perawatan dari tenaga medis utamanya dokter kandungan terkait atau yang biasa dikunjungi.

Tanda bahaya kehamilan selanjutnya adalah demam. Ibu hamil yang mengalami demam akan berbahaya bagi kondisi janin. Hal tersebut akan menyebabkan janin rentan terkena infeksi. Sehingga bila ibu hamil mengalami demam ada baiknya segera mendapatkan pengobatan. Pastikan juga sang ibu minum air yang banyak agar sang ibu tidak dehidrasi sehingga dapat menjauhkan tanda bahaya kehamilan selama masa mengandung janin berlangsung.