Dalam sebuah pemasaran, iklan mempunyai peran yang cukup besar di dalam memicu suatu product atau jasa yang dipasarkan dapat berhasil atau tidak. Salah satu kegunaan berasal dari iklan adalah untuk beri tambahan Info terhadap konsumen perihal suatu product atau jasa.

iklan yang dapat dibikin pastinya tidaklah segera dibikin begitu saja, sebelum iklan dibikin perlu dapat tahu bagaimana suasana pasar yang dapat dituju atau bagaimana suasana obyek sasarannya.

Cocok atau tidak product yang dapat dikeluarkan dengan suasana pasar yang dituju, itu tidak benar satu hal yang perlu di memandang dan cukup dipertimbangkan maka di awalnya perlu dilakukan sebuah riset iklan perihal suatu produk.

Riset periklanan (Advertising Research) adalah tidak benar satu cabang berasal dari riset pemasaran. Riset ini ditujukan untuk menegaskan keefektifan sebuah kampanye periklanan, sebelum, selama dan sehabis kampanye itu dilangsungkan.

Alasan lain untuk menyelenggarakan riset periklanan ialah menunjang riset-riset pemasaran lainnya yang dapat atau tengah dilakukan oleh perusahaan bersangkutan

Riset periklanan ini berguna dan penting, karena dengan riset periklanan dapat diketahui bagaimana suasana pasar yang dapat dituju oleh suatu produk. Kemudian, riset iklan terhitung digunakan untuk

Menilai/ meranking perusahan iklan jakarta yang tengah tayang, yang mana aspek-aspek yang dinilai adalah : a) Appeal; b) Persuasive; c) Believable; d) Understandable; e) Kesesuaian jingle dengan thema iklan; f) Kesesuaian artis dengan thema & citra produk
Mengukur Perhatian / Recognition Test yang memandang / mendengar iklan (Ad Awareness) dan yang mengingat pesan iklan ( Ad Message)

Membandingkan iklan terhadap iklan sejenis (meranking)
Mengukur Citra Iklan : Kreativitas, Orisinalitas, Imaginasi, Kemampuan menghibur, Tingkat kepercayaan
Mengukur Dampak terhadap Penjualan.

Selain itu, riset iklan terhitung berguna untuk mengertahui bagaimana rancangan iklan yang dapat dibikin untuk pasar yang udah ditargetkan. Maka, disinilah letak pentingnya riset iklan yang berpengaruh terhadap pembuatan iklan dan pastinya berpengaruh terhadap product yang dapat dikeluarkan.

Dengan kata lain, riset iklan dapat dikatakan sebagai jalur enteng untuk rencana dan strategi di dalam memasarkan produk. Ada dua umpama penelitian yang digunakan untuk meneliti cetak dasar yang pas dan dapat digunakan di dalam beriklan (Jefkins,1995:311), yaitu:

Penelitian Motif; gunakan motif-motif tersembunyi yang mendorong para konsumen belanja suatu produk. Misalnya, terkecuali ditanya mengapa belanja mobil yang baru, mereka dapat mejawab bahwa mereka belanja karena suka desai baru berasal dari mobil tersebut.

Kelompok Diskusi; metode ini lebih terjangakau dibandingkan penelitian motif. Suatu grup dibentuk dan diatur oleh seorang ketua yang beri tambahan pertanyaan-pertanyaan.

Setiap bagian dapat mencetuskan isi atau ide-ide spontan yang lantas dirangkum ketua dengan sebutan brainstorming.

Tidak berhenti terhadap ini saja, riset iklan terhitung perlu dilakukan secara terus menerus yakni selama iklan udah diluncurkan dan setelahnya.

Tujuannya adalah, untuk memandang bagaimana iklan yang dibikin dapat berpengaruh terhadap konsumen sampai berpengaruh pula terhadap penjualan product tersebut.

Setelah iklan selsai, riset dilakukan kembali supaya pihak pemasar dapat tahu bagaimana tanggapan konsumen, dan juga untuk tahu apa saja faktor yang nampak untuk memicu iklan selanjutnya.