Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) menargetkan pembangunan proses pengelolaan air limbah domestik (SPALD) di Pekanbaru rampung terhadap akhir 2020. SPALD yang dibangun diinginkan bisa mengurangi pencemaran air tanah.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono menjelaskan SPALD yang dibangun di Pekanbaru akan bisa melayani 22.000 kelanjutan rumah.

Proyek ini udah memulai langkah konstruksi sejak November 2018. Penyelesaian pekerjaan ini akan menjangkau sanitasi penduduk di tiga kelurahan, yakni Kelurahan Kampung Melayu, Kelurahan Kampung Tengah, dan Kelurahan Jadirejo.

“Diharapkan air limbah domestik dari tempat tinggal tangga dan area perniagaan tidak ulang mencemari badan air tanah. “Targetnya proyek ini selesai Desember 2020

Basuki mengimbuhkan, jaringan perpipaan air limbah bisa mengurangi pencemaran lingkungan yang disebabkan oleh kontaminasi air limbah tempat tinggal tangga yang dibuang secara langsung ke lingkungan, seperti sungai dengan menggunakan Flow Meter Air Limbah.

Program perpipaan air limbah juga diinginkan bisa tingkatkan kualitas lingkungan yang bersih dan sehat. Proyek Jaringan Perpipaan Limbah Kota Pekanbaru terbagi atas dua paket.

Paket pertama dibangun di area selatan sepanjang 19,7 kilometer. Paket ini digarap oleh KSO PT Wijaya Karya Tbk dan PT Karaga Indonusa Pratama bersama nilai kontrak th. jamak sebesar Rp203,7 miliar. Saat ini progres fisik capai 17,54 persen dan progres keuangan 15,55 persen.

Sementara itu, terhadap paket kedua, pembangunaan SPALD dilaksanakan oleh PT Hutama Karya (Persero) dan PT Rosa Lisca bersama nilai kontrak Rp144,4 miliar.

Pada paket kedua, kontraktor membangun pipa utama sepanjang 17,8 kilometer dan instalasi perpipaan bagi 11.000 kelanjutan rumah.