Kaligata pada anak bisa menjadi bagian reaksi alergi berat atau seringkali disebut sebagai anafilaksis atau biduran. Untuk ciri-ciri yang mudah kenali yaitu kemunculan bengkak pada area mata, bibir, dan di seluruh badan. Keluhan tersebut juga diiringi dengan nyeri perut, sesak napas, bahkan anak menjadi tidak sadar.

Anak yang mengalami kaligata bisa saja berlangsung hingga lebih dari 24 jam dan hal ini juga bisa berpindah-pindah lokasi. Akan tetapi secara umum kondisi biduran tidak menetap hingga 24 jam. Terkecuali jika disebabkan karena penyakit autoimun.

Berikut ini ada beberapa langkah yang bisa dilakukan untuk mengatasi Kaligata pada anak, diantaranya:

  1. Mandi Menggunakan Air Biasa

Saat anak mengalami kaligata, maka tidak terdapat larangan untuk mandi. Namun saat mandi sebaiknya gunakan air biasa dan gunakan bedak untuk mengurangi rasa gatal. Bedak yang bisa digunakan yaitu bedak salicyl. Setelah mandi berikan bedak ke seluruh tubuh atau bagian tubuh yang mengalami bentol-bentol.

  1. Berikan Obat Antihistamin

Anda bisa memberikan obat antihistamin ketika anak mengalami kaligata. Akan tetapi untuk obat tersebut harus sesuai dengan kebutuhan maupun dosis. Untuk itu orang tua harus membawa anak ke dokter agar memperoleh dosis yang tepat. Sementara penggunaan obat tersebut harus berdasarkan dari instruksi dokter.

Jika anak sering kali mengalami kaligata, maka pada biasanya dokter akan membekali orang tuanya berupa obat-obatan yang ada di rumah untuk dijadikan sebagai pertolongan pertama dalam mengatasi biduran.

Apabila kondisinya semakin parah dan terdapat tanda-tanda anafilaksis, maka dibutuhkan obat lain yang bisa diberikan. Namun pemberiannya harus sesuai dengan penanganan pada anak. Misalnya seperti steroid adrenalin maupun yang lainnya.

  1. Observasi

Langkah selanjutnya yang perlu dilakukan yaitu dengan melakukan observasi pada ruang rawat inap. Beberapa anak memang akan mengalami kaligata yang mungkin membutuhkan observasi rawat inap. Pada biasanya yang sudah mengalami bentol-bentol di tubuh secara menyeluruh dan ada tanda anafilaksis.

Untuk lama observasi di ruang inap tentu tergantung dari respon anak pada pengobatan yang diberikan. Paling tidak observasi tersebut dilakukan 1 hingga 2 hari. Sedangkan kondisi setiap anak pastinya tidaklah sama.

  1. Kenali Penyebabnya Terlebih Dahulu

Cara terakhir yang bisa dilakukan dalam mengatasi Kaligata pada anak yaitu dengan mengenali penyebabnya terlebih dahulu. Apabila disebabkan karena alergi makanan, orang tua sudah pasti mengetahui penyebabnya dan caranya yaitu dengan menghindari makanan atau minuman yang bisa menimbulkan anak mengalami kaligata.

Biduran yang mempunyai bentuk seperti bentol-bentol di tubuh, namun hal ini akan memudar apabila ditekan dan disertai dengan rasa gatal. Untuk bentuk bentol-bentol tersebut seperti terkena ulat bulu atau gigitan nyamuk. Beberapa tindakan yang ada di atas perlu dilakukan ketika mendapati anak mengalami biduran atau kaligata.