Konsep Penilaian Kinerja terdiri dari:

1. Pengertian penilaian kinerja

Penilaian kinerja adalah mengukur, menilai, dan memengaruhi sifat-sifat yang berkaitan dengan pekerjaan, perilaku, dan hasil, termasuk tingkat ketidakhadiran.16 Sistem formal dilakukan untuk mengkaji dan mengevaluasi secara berkala kinerja seseorang.17 Siswanto Sastrohadiwiryo memandang bahwa penilaian kinerja adalah kegiatan yang dilakukan oleh manajemen/penyelia penilai untuk menilai kinerja tenaga terhadap yang membandingkan atas kinerja dengan uraian/deskripsi jabatan. Beberapa pengertian tersebut dapat disimpulkan bahwa penilaian kinerja adalah suatu kegiatan yang dilakukan manajemen/penyelia untuk menilai, mengukur, memeriksa, mengkaji, serta mengevaluasi secara berkala kinerja karyawan terhadap pekerjaan yang mereka kerjakan.

Kunjungi Juga Spesifikasiproduk.com untuk mengetahui Review Produk-produk Terlaris di Pasaran Indonesia saat ini, agar tidak ketinggalan untuk mendapatkan diskon harga besar-besaran untuk setiap produk yang ditawarkan. Serta Bisnis dan berita Viral terbaru.

2. Tujuan penilaian kinerja

Veithzal Rivai menyatakan bahwa pada dasarnya dari sisi praktiknya yang lazim dilakukan di setiap perusahaan, tujuan penilaian kinerja dapat dibedakan menjadi dua jenis, yaitu sebagai berikut.

1)   Tujuan penilaian yang berorientasi pada masa lalu

Tujuan penilaian kinerja yang berorientasi pada masa lalu, yaitu:

a) mengendalikan perilaku karyawan mengenai cara memberikan ganjaran, hukuman, dan ancaman;

b) mengambil keputusan mengenai kenaikan gaji;

c) menempatkan karyawan agar dapat melaksanakan pekerjaan tertentu.

2)   Tujuan penilaian yang berorientasi pada masa depan

Tujuan penilaian yang berorientasi pada masa depan apabila dirancang secara tepat sistem penilaian ini dapat:

a) membantu setiap karyawan agar semakin mengerti tentang perannya dan mengetahui secara jelas fungsi-fungsinya;

b) menjadi cara dalam membantu setiap karyawan agar mengerti kekuatan sendiri yang dikaitkan dengan peran dan fungsi dalam perusahaan;

c) menambah adanya kebersamaan antartiap-tiap karyawan dengan penyelia sehingga setiap karyawan memiliki motivasi kerja dan merasa senang bekerja sekaligus mau memberikan kontribusi sebanyak-banyaknya pada perusahaan;

d) menjadi cara untuk memberikan peluang bagi karyawan agar mawas diri dan mengevaluasi diri serta menetapkan sasaran pribadi sehingga terjadi pengembangan yang direncanakan dan dimonitor sendiri;

e) membantu mempersiapkan karyawan untuk memegang pekerjaan pada jenjang yang lebih tinggi dengan cara terus-menerus meningkatkan perilaku dan kualitas bagi posisi-posisi yang tingkatnya lebih tinggi;

f) membantu dalam berbagai keputusan sumber daya manusia dengan memberikan data setiap karyawan secara berkala (pemutusan hubungan kerja, menetapkan kompensasi pekerjaan, insentif uang, penugasan kembali, seperti diadakannya mutasi atau transfer, rotasi pekerjaan, promosi/kenaikan jabatan, dan training atau pelatihan).

3. Kegunaan penilaian kinerja

Veithzal Rivai menyatakan bahwa kegunaan penilaian kinerja adalah sebagai berikut. 20

1)   Mengetahui pengembangan, yang meliputi:

  • identifikasi kebutuhan,
  • umpan balik kinerja,
  • menentukan transfer dan penugasan, dan
  • identifikasi kekuatan dan kelemahan karyawan.

2)   Pengambilan keputusan administratif, yang meliputi:

  • keputusan untuk menentukan gaji, promosi, mempertahankan atau memberhentikan karyawan,
  • pengakuan kinerja karyawan,
  • pemutusan hubungan kerja, dan
  • mengidentifikasi yang buruk.

3)   Keperluan perubahan, yang meliputi:

  • perencanaan sumber daya manusia, menentukan kebutuhan pelatihan,
  • evaluasi pencapaian tujuan perusahaan,
  • informasi untuk identifikasi tujuan,
  • evaluasi terhadap sistem SDM, dan
  • penguatan terhadap kebutuhan pengembangan perusahaan.

4)   Dokumentasi, yang meliputi:

  • kriteria untuk validasi penelitian,
  • dokumentasi keputusan tentang sumber daya manusia, dan
  • membantu untuk memenuhi persyaratan umum.

Sumber: (Studi Kelayakan Bisnis – H. Dadang Husen Sobana, M.Ag.)