1. Menyantuni anak yatim untuk harta yang berkah

Sedekah atau donasi yang diberikan kepada anak yatim di panti asuhan tidak akan membuat harta berkurang. Sebaliknya, sedekah itu akan membuka pintu rezeki lain yang bisa membuat harta semakin bertambah. Apalagi, Allah dalam Alquran Surat Saba ayat 39 menjelaskan bahwa Dia adalah sebaik-baiknya pemberi rezeki.

2. Hartanya akan diganti oleh Allah SWT

Orang yang menafkahkan hartanya dalam ketaatan, akan diganti oleh Allah Subhanahu Wa Ta’ala. Hal ini berarti juga termasuk orang-orang yang menafkahkan hartanya untuk para yatim piatu.

Katakanlah: “Sesungguhnya Tuhanku melapangkan rezki bagi siapa yang dikehendaki-Nya di antara hamba-hamba-Nya dan menyempitkan bagi (siapa yang dikehendaki-Nya).” Dan barang apa saja yang kamu nafkahkan, maka Allah akan menggantinya dan Dia-lah Pemberi rezki yang sebaik-baiknya” (QS. Saba’: 39).

3. Menyantuni Anak Yatim Membuat Kita Termasuk Orang yang Bertaqwa

Orang yang menafkahkan hartanya dalam waktu lapang maupun sempit, maka hal ini bisa juga menafkahkan hartanya untuk para yatim, termasuk orang-orang yang bertakwa.

“Dan bersegeralah kamu kepada ampunan dari Tuhanmu dan kepada surga yang luasnyya seluas langit dan bumi yang disediakan untuk orang-orang yang bertaqwa, yaitu orang-orang yang menafkahkan sebagian hartanya, baik diwaktu lapang maupun sempit dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan kesalahan orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan” (Q.S. Ali-Imron : 133-134 )

4. Ditempatkan di dekat Rasulullah SAW

Muhammad shallahu ‘alaihi wassalam adalah teladan bagi semua umat muslim. Kehadiran beliau di dunia ini menjadi penyelamat manusia dari gelapnya kesyirikan dan kejahiliyahan. Sifatnya yang begitu karim, perkataannya yang begitu hasan, dan perilakunya yang begitu suci membuat setiap muslim rindu berdekatan dengan beliau, kenal dekat dengan kekasih Allah ta’ala tersebut.

Tentunya tidak semua muslim mendapatkan kedekatan ekslusif dengan Rasul shallallahu ‘alaihissalam di surga kelak. Umatnya yang sangat peduli kepada yatimlah yang mendapatkan golden tiket tersebut. Hal ini jelas sekali beliau ucapkan melalui lisannya yang mulia,
“Aku dan orang yang mengasuh atau memelihara anak yatim akan berada di surga begini,” lalu beliau mengisyaratkan dengan jari telunjuk dan jari tengah serta merenggangkannya sedikit.” (HR Bukhari, Tirmidzi, Abu Daud dan Ahmad dari Sahl bin Sa’d).

Betapa dekatnya telunjuk dan jari tengah. Sebuah kabar gembira yang harusnya disambut dengan antusiasme tinggi oleh umatnya yang beriman kepada risalah beliau. Di manakah kedudukan Nabi di surga kelak? Tentunya beliau mendapatkan tempat tertinggi yang telah dijanjikan oleh Allah. Jika beliau berada di tempat tertinggi, tentunya orang – orang yang terdekatnya pun berada di tempat yang sama tingginya dengan beliau.

5. Tidak termasuk golongan yang ingkar atas hari pembalasan

Orang-orang yang bersedekah kepada yatim piatu tidak termasuk orang yang mendustakan atau mengingkari adanya hari pembalasan. Dalam surat Al-Mauun, disebutkan bahwa salah satu orang yang mendutakan hari pembalasan adalah mereka yang menghardik para yatim.

Tahukah kamu (orang) yang mendustakan hari pembalasan? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak menganjurkan memberi makan orang miskin. Maka kecelakaanlah bagi orang-orang yang shalat, (yaitu) orang-orang yang lalai dari shalatnya. Orang-orang yang berbuat riya’  dan enggan (menolong dengan) barang berguna.” (QS. Al Maa’uun: 1-7).

Yuk Santuni Mereka melalui Lembaga Terpercaya, Hanya DISINI