Di Indonesia, bentuk badan bisnis yang lazim dipilih oleh entrepreneur adalah CV dan PT. Bagi yang punya bisnis secara komunitas (usaha bersama), Koperasi terhitung cukup lazim ditemukan.

Ada pula bentuk kelembagaan atau badan baru yang disebut dengan istilah BUMDES atau Badan Usaha Milik Desa. Namun, tetap banyak yang belum menyadari bahwa ada perbedaan berasal dari bentuk badan bisnis tersebut, yakni ada yang sudah berwujud badan hukum dan ada yang belum alias badan bisnis biasa.

 

Biaya pengurusannya pun berbeda, gara-gara untuk pengurusan pembentukan badan bisnis kebanyakan lebih tidak mahal daripada pengurusan pembentukan badan hukum.

Apa sih bedanya badan bisnis yang berstatus badan hukum dan belum berbadan hukum (badan usaha)? Yuk kami bahas satu persatu berkenaan badan hukum dan badan usaha.

 

Perbedaan Badan Usaha dan Badan Hukum

Pertama, mari kami mengenal dulu berkenaan badan bisnis dan badan hukum. Dua perihal ini berlainan ya. Badan bisnis adalah kesatuan hukum dan bisnis ekonomi yang punya tujuan untuk mencari keuntungan. Badan bisnis terbagi jadi dua, yakni badan bisnis yang berbadan hukum dan badan bisnis yang tidak berbadan hukum.

Rekomendasi untuk anda :

Jasa konsultan pajak pribadi dokter karyawan tenaga ahli badan hukum perusahaan pt cv tarif kewajiban spt nihil umkm 0.5 final PPh 15 21 23 26 29 1771 kredit syarat pengajuan mencabut pkp efiling efin membuat kode billing npwp efaktur online mekanisme perhitungan bea cukai impor pemeriksaan pelaporan penghapusan sanksi telat bayar pendampingan sidang sengketa mencabut surat paksa permohonan pengurangan batas waktu penyetoran wajib ppnbm

 

 

Badan bisnis yang berbadan hukum punya ciri yakni terdapatnya pembelahan kekayaan pemilik dengan kekayaan badan usaha, sehingga pemilik cuma bertanggung jawab hanyalah harta yang dimilikinya. Beberapa semisal badan bisnis yang berbadan hukum adalah Perseroan Terbatas (PT), Yayasan, dan Koperasi.

Sedangkan badan bisnis yang tidak berbadan hukum punya ciri yakni tidak memisahkan antara kekayaan badan bisnis dengan kekayaan pemilik. Contoh badan bisnis tidak berbadan hukum adalah Persekutuan Perdata, Firma dan Persekutuan Komanditer (CV).

 

Apa saja yang harus dihindari dalam Pendirian Usaha?

Pinjam Nama

Pinjam nama adalah praktik menuliskan nama orang lain, biasanya saudara, orang tua, karyawan, dll, pada Akta Pendirian Perusahaan, tanpa perjanjian tertulis bahwa yang bersangkutan tidak benar-benar ikut memiliki kepemilikan atau peran pada perusahaan tersebut. Kebanyakan kasus seperti ini karena ingin cepat mendirikan usahanya dan tidak mau repot.

 

Dianggapnya jika mencantumkan nama kenalan atau saudara apabila ada masalah bisa cepat diatasi. Kalau yang bersangkutan lurus-lurus saja, maka aman. Namun ketika perusahaan sudah siap menerima penanaman modal baru dan yang bersangkutan tiba-tiba tidak mau tanda tangan dokumen hasil RUPS karena mengharapkan bagian, bagaimana? Repot kan?

 

Palugada

Sudah lumrah bukan dengan istilah palugada? Kepanjangannya adalah apa lu mau gw ada. Ini adalah situasi dimana badan usaha yang didirikan mendaftarkan banyak bidang usaha pada Akta Pendiriannya sehingga tidak memiliki fokus bidang usaha.

 

Pasrah pada notaris dan malas membaca dokumen

Nah ini juga umum terjadi. Pemilik usaha hanya mau tahu beres dan tidak peduli untuk membaca draft Akta Pendirian yang telah disusun notaris. Bahkan terkadang tidak memeriksa poin terpenting seperti nama dan posisi setiap orang di Akta Pendirian, atau pada daftar bidang usaha.

Pengurusan Akta Pendirian tidak mudah dan berbayar, sehingga sangat disarankan kepada para sahabat Wirausahauntuk membaca draft Akta Pendirian dengan seksama. Ada kasus dimana pemilik merasa sudah memberi tahu notaris bahwa dirinya ingin membuat usaha di bidang computer. Maksud si pemilik adalah jasa reparasi, perakitan dan pemasangan jaringan komputer. Ternyata yang dituliskan oleh notaris hanya usaha bidang perdagangan computer. Si pemilik pun baru sadar setelah gagal lolos administrasi ketika mau ikut tender. Hal ini terjadi karena si pemilik tidak membaca draft dokumen dan terlalu pasrah pada notarisnya.

 

Bagaimana kita bisa memilih badan usaha dengan benar?

Perjelas visi jangka panjang

Ingin usaha sampai sebesar apa? Apakah akan berani terbuka dengan kemungkinan masuknya pihak lain selain pemilik/pemberi modal perusahaan untuk mempercepat pengembangan bisnis?

Jika ingin sampai sangat besar dan lebih fleksibel untuk menggalang penanaman modal dari pihak lain demi kecepatan berkembang, maka PT adalah pilihan yang tepat. Jika ingin selamanya hanya sekutu terbatas, maka CV cukup. Jika ingin struktur kepemilikan yang terbuka namun tetap bisa menjamin kesetaraan kekuatan suara per pemilik, maka Koperasi adalah jawabannya.