Apakah Anda pernah mendengar tentang nama Kapulaga? Kapulaga merupakan salah satu tanaman bumbu rempah yang bisa dikembangkan di Indonesia. Banyak sekali orang yang menggunakan kapulaga sebagai salah satu bumbu masakan. Kapulaga bisa dibudidayakan sendiri di rumah sehingga Anda bisa lebih hemat. Kali ini, Anda akan diajak untuk mengenal tentang bagaimana cara menanam kapulaga di kebun rumah. 

  • Pembibitan 

Langkah pertama yang perlu Anda lakukan adalah pembibitan. Terdapat dua jenis bibit yang bisa digunakan dalam budidaya Kapulaga, yakni biji secara generatif dan stek secara vegetatif. Apabila Anda akan menggunakan biji, maka Anda harus mempersiapkan biji untuk melalui tahap persemaian terlebih dahulu. Biji harus disemai selama 10 bulan baru bisa ditanam di lahan kebun. Tetapi bila Anda memilih cara stek, maka tumbuhan induk harus memiliki syarat sudah berusia 12 bulan atau lebih dan memiliki tinggi antar 80 hingga 100 cm. 

  • Penanaman 

Langkah kedua yang harus dilakukan untuk budidaya Kapulaga adalah penanaman. Penanaman Kapulaga lebih baik dilakukan pada awal musim hujan. Hal ini dikarenakan tumbuhan kapulaga sangat peka terhadap kekeringan. Siapkan media tanam yang cukup luas. Jarak tanam yang dibutuhkan adalah 1,5 m x 1,5 m. Buat lubang dengan ukuran kedalaman 50 cm. Tutup lubang menggunakan tanah yang dicampur pupuk organik. 

  • Pemeliharaan

Pemeliharaan terdiri dari cukup banyak faktor, salah satunya penyiangan atau pembersihan gulma. Fungsi dari penyiangan ini adalah untuk meminimalisir persaingan unsur hara yang mungkin mengganggu pertumbuhan bibit kapulaga. Selain pupuk anorganik, tumbuhan kapulaga harus dipelihara dengan tambahan pupuk anorganik. Per hektar tanah dibutuhkan pupuk anorganik dengan kandungan nitrogen antara 45 sampai 67 kg atau Urea antara 100 sampai 140 kg. Kandungan fosfor yang dibutuhkan adalah 34 sampai 45 kg atau TSP 75,5 hingga 100 kg. Kandungan kalium yang dibutuhkan adalah 45 sampai 100 kg atau KCL 75 hingga 160 kg. 

Pemeliharaan dengan cara pemberian pupuk dapat dilakukan pada satu bulan setelah tanaman ditanam. Lakukan secara rutin setiap 6 bulan sekali dengan cara membuat lubang melingkar sedalam 20 cm. Biasanya, tanaman kapulaga jarang diserang hama. Meski demikian, petani tetap harus memberikan pestisida apabila ada hama yang menyerang. Petani harus memastikan bahwa di tumbuhan kapulaga tidak terdapat kutu, kumbang pemakan daun maupun penggerek buah. 

  • Permanenan 

Kapulaga dapat dipanen dalam waktu 1,5 hingga 2 tahun setelah penanaman. Anda bisa memanen kapulaga bila sudah menunjukkan tiga ciri buah kapulaga matang. Pertama, warna buah sudah berubah menjadi merah keunguan. Kedua, kulit buah sudah sedikit berkerut atau keriput. Terakhir, buah tidak lembek atau terasa keras bila dipijat. 

Dalam satu hektar tanah dengan populasi 1400 hingga 1500 rumpun dapat menghasilkan antara 2,8 hingga 3 ton kapulaga. Anda bisa menjual hasil kapulaga ini dan mendapatkan uang untuk kembali menanam bibit kapulaga. 

Kini Anda sudah tahu bagaimana cara menanam Kapulaga. Anda bisa membeli bibit Kapulaga di Tani Hub. Untuk Anda yang belum tahu apa itu Tani Hub, Tani Hub adalah sebuah e-commerce yang menjual banyak hasil pertanian dan bumbu masakan termasuk kapulaga. Kualitas benih kapulaga yang dijual di Tani Hub tentu tidak perlu diragukan lagi. Dapatkan benih Kapulaga Anda di Tani Hub dan segera tanam di kebun rumah. Selamat mencoba.