Apakah kamu tidak tahu mengenai fintech peer to peer? Di tahun 2020 ini banyak sekali mengenai artikel tentang yang aku sebutkan sebelumnya. Kenapa? Sistemnya tergantung apa yang kamu lakukan selama pemakaian di dalamnya. Gimana? Tertarik menggunakan peer to peer nya? Kalau begitu, simak baik-baik artikel yang aku tulis agar kamu lebih memahaminya. Let’s go!

Dalam p2p sudah terkenal mengenai kata lender atau pendana dan peminjam dana atau bisa disebut borrower. Yup, pastinya kamu kurang tahu cara kerja seperti apa itu fintech p2p ya kan? Cara kerjanya sangat berbeda dengan lainnya. Kamu harus tahu lalu membedakan jenis peminjam lainnya dan tidak mengaitkan (menyamakan) dengan peer to peer lending.

Peer to peer dilakukan pengerjaannya secara online yang dibantu oleh sebuah website, produk, iklan, teknologi dan sebagainya agar memberi tahu kepada calon pengguna tertarik menggunakan layanan tersebut. Eits, perlu diperhatikan lebih dalam lagi mengenai peer to peer lending harus terdaftar di bawah naungan oleh OJK untuk menghindari yang tidak diinginkan.

Di Indonesia memiliki dua pengertian fintech p2p melalui jenis kredit yaitu p2p lending untuk konsumtif dan p2p lending untuk produktif. Kok bisa gitu? Beda ya?

Pastinya dua jenis itu sangat berbeda banget. Bagi p2p untuk konsumtif, kegiatannya selalu digunakan peminjam untuk memenuhi hasratnya yang konsumtif. Misalnya saja kamu ingin sekali membeli gadget keluaran baru, barang merek terkenal, paket liburan dan masih banyak lagi dalam kategori tersebut.

Kalau p2p untuk produktif, kegiatannya membantu si pihak peminjam dalam melakukan modal operasional bahkan modal dalam membesarkan bisnis yang sedang berjalan. P2p mempunyai karakteristik yang membedakan layanan pinjaman lainnya antara lain tidak mempunyai atau mengenal ikatan si pendana dengan peminjam, sudah ada kemajuan teknologi yang menyebabkan adanya fasilitas online dan pemberi pinjaman bisa memilih calon borrowernya.

Peer to peer yang dilakukan oleh Amartha sebagai pelaku mikro kecil dalam tahap membutuhkan modal kerja agar tumbuh dan terhubung dengan si pendana serta menjadikannya alternatif bagi investasi yang menguntungkan. Website Amartha ini menghubungkan calon pendana urban dengan peminjam kategori perusahaan mikro dan kecil di pedesaan.

Meskipun website Amartha sudah berjalan selama 10 tahun (tahun 2010), sudah membuka akses permodalan bagi wanita yang tangguh, mikro di pelosok desa dan pengusaha kecil. Mantap bukan? Keuntungan bagi si peminjam di Amartha mempunyai jangkauan sampai ke pelosok desa lalu membuka peluang bagi pengusaha mikro dan kecil.

Lalu ada riwayat pinjaman menjadikan sebagai referensi agar pinjaman bisa didapat lebih besar dari bank atau lembaga keuangannya di masa kelak nanti. Dalam proses seleksi calon peminjam melakukan algoritma skor kredit untuk menilai kelayakan analisa usaha dan pribadi.

Ada nilai A sampai E dalam mempresentasikan kemungkinan keberhasilan yang terbayarkan dan jika mempunyai potensi resiko atau gagal bayar. Mitra usaha yang terpilih di Amartha adalah pengusaha mikro kaum perempuan dengan kebutuhan modal mulai satu juta lima ratus rupiah dalam menjalankan bisnis.

Demikian artikel mengenai p2p atau peer to peer lending di tahun 2020, semoga bermanfaat bagi kamu yang akan menggunakan pinjaman yang terdaftar oleh OJK, jika kamu ingin tahu lagi mengenai artikel yang berhubungan p2p lending maka pantau saja terus artikel yang terupdate dari kami! Terima kasih.